Tentang Menulis dan Membaca

2015-01-20 10.50.17

Menulis adalah perkara kecintaan dan ketulusan. Kecintaan terhadap sesuatu yang ditulis dan ketulusan dalam menuliskannya. Saya adalah golongan orang yang sangat percaya bahwa tulisan yang layak dan enak dibaca adalah tulisan yang ditulis dengan cinta dan ketulusan. Tulisan-tulisan yang demikian akan mudah membawa pembacanya ke dalam alam pikiran sang penulis, nyaman dan terbuai dalam nikmatnya tiap kata yang dirangkai hingga mampu menyelami kedalaman makna yang ingin disampaikan, apapun bentuk tulisan itu. Saya ingat pernah menulis sebuah cerpen yang saya tulis dengan sepenuh hati dan perasaan saya, juga pernah menulis cerpen yang saya “coba” tulis menggunakan “hati”, keduanya saya serahkan untuk dibaca oleh teman-teman. Hasilnya? Mereka bisa dengan mudah membedakan mana tulisan yang nyaman dibaca dan mana yang tidak. Tentu saja cerpen yang saya tulis dengan sepenuh hati jauh lebih berkesan dibandingkan tulisan yang mencoba menggunakan “hati”.

Lucunya, jika menulis adalah masalah kecintaan dan ketulusan, maka membaca punya permintaan lebih, membaca adalah masalah selera. Seperti saya yang menyukai novel-novel kontemporer (halah sok banget bahasanya), bukan-bukan, saya penyuka novel apa saja asal enak dibaca. Jadi maksud saya, meskipun ada seorang penulis yang telah membuat tulisan yang bagus dengan penuh cinta dan ketulusan yang kemudian dibuktikan dengan banyaknya peminat buku-bukunya, maka tetap saja tulisan tersebut tidak akan memuaskan semua pihak. Ya, pihak yang dimaksud adalah orang-orang yang mungkin tidak berselera dengan jenis tulisan tersebut, atau kurang suka dengan gaya penulisannya, atau tidak tertarik dengan materi yang dikaji, atau tidak nyaman dengan pilihan diksinya, atau alasan-alasan lainnya. Ada satu penulis novel yang namanya cukup terkenal di negeri ini, novelnya sudah sangat banyak, pembacanya juga banyak dan itu membuat saya penasaran ingin membaca tulisannya. Sebuah novel manis karyanya saya beli dan mulai membacanya, hingga sekarang bahkan bagian pertama dari novel tersebut tak sanggup saya selesaikan, tak kuat saya membacanya. Singkat saja, saya tak nyaman dengan pilihan kata yang digunakan, bukan tidak bagus, hanya masalah selera kata saya.

Oke, dua paragraf di atas sebenarnya hanya kalimat pembuka (pembuka? gak salah pembukaan sampai dua puluh baris lebih?), nah kaan saya salah lagi, bukan itu maksud saya, yang saya maksud adalah (halah, rumit tenan bahasanya) paragraf di atas memberikan gambaran mengenai fenomena menulis dan membaca. Seolah-olah, suatu tulisan hanya akan layak ditulis jika sang penulis telah tiba pada kecintaan dan ketulusannya, hei hei sampai kapan? Bagaimana jika perasaan seperti itu tak muncul-muncul? Lalu kapan mulai menulisnya? Bisa jadi sampai kapan pun tak akan ada tulisan yang terlahir. Nahhh, jujur-jujuran lagi, saya sering sekali menghadapi hal demikian, bahkan sekadar untuk menulis ala-ala di blog saja saya butuh pertimbangan yang matang, ide sudah sampai beratus-ratus #sombong #padahalidecurhat namun setiap ingin menulis rasa tulus yang saya butuhkan tak kunjung hadir akhirnya jadilah tulisan gagal tulis #apacoba.

Sama halnya dengan kebiasaan membaca yang sulit sekali dibiasakan hanya karena kita tidak punya selera. Padahal nih padahal, selera atau gak selera biasanya hanya muncul di awal, kalau kita berani mencobanya barulah kita tahu rasa yang sebenarnya. Jadi, diiciplah lah dahulu mana tahu ternyata kita jadi doyan, lagi pula membaca kan tidak sesulit menulis. Menulis itu butuh ide, butuh sumber, butuh bahan baku, lah kalau membaca kan ya tinggal baca aja, beres. Oh iya, selain selera ada satu lagi nih alasan paling gak mutu sejagad raya yang menyebabkan kita gak mau membaca, MALAS, yaelahhhh ini sih emang penyakit segala hal. Bodohnya lagi, malas baca tapi rajin membagi, paham lah ya ituloh tren orang-orang di media sosial yang sering bagi-bagi berita, info dan sebagainya tanpa dibaca dulu, tanpa mengecek sumbernya tanpa dikaji, langsung aja main bagi-bagi, jangan gitu deh, mending kalau beritanya benar, kalau salah gimana??

Intinya, membaca ataupun menulis, keduanya sama-sama penting. Banyak manfaat yang kita dapat jika mampu membiasakan dua hal ini dalam kehidupan sehari-hari. Jadi gak selalu harus menunggu cinta, tulus dan selera dulu, yang penting adalah memulai, ehh bener gak ya? Pikirkanlah sendiri, yang jelas untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat gak usah kebanyakan mikir dan cari alasan :D.

Kala hening.

Mataram, 12 Mei 2016  03:16

Analisis Data vs Curhat Ala Ala

“a kind of intermezzo in the middle of my logical-analytical thinking”

Kepala saya mendadak pening dan sulit berpikir setiap kali mulai berhadapan dengan data-data hasil penelitian, yahh khususnya data uji preklinik. Pantas saja para pendahulu ( baca : senior yang sudah wisuda ) sampai bertapa berhari-hari hingga berminggu-minggu di kamar hanya demi mengolah dan menganalisis data. Sebenarnya wajar saja jika data ini cukup membingungkan, pengujian preklinik memang bukan pekerjaan mudah sebab melibatkan hewan uji yang tentunya memiliki variasi biologis. Variasi biologis ini akan sangat mempengaruhi nilai dari berbagai parameter yang diukur atau diamati, bahkan meski hewan tersebut sehari-hari mendapat makan, minum yang sama.

Oke, lupakan masalah hewan uji dan variasi biologisnya. Saat ini saya tidak akan cerita tentang bagaimana hal tersebut, saya hanya berusaha menuliskan apa yang sedang saya pikirkan.

Jadi, beberapa menit yang lalu, dengan semangat yang memenuhi ruang-ruang dalam dada, saya mengambil tumpukan kertas berisi data-data penelitian, jurnal-jurnal dan lain-lain yang masih berkaitan. Saya pun membalik-balik lembaran-lembaran tersebut mengamati angka-angka yang penuh misteri, mendalami susunan kalimat yang dipenuhi kata-kata yang tak mudah dimengerti lalu pada menit-menit berikutnya saya merasakan terjadinya penurunan energi yang drastis, semangat itu mendadak luntur.

Yah, inilah dunia ilmiah. Tidak sama dengan saat kita belajar seni atau olahraga. Bukan berarti seni maupun olahraga itu gampangan ya tapi kalian tentu pernah merasakan bagaimana saat belajar bermain alat musik, gitar misalnya., atau saat latihan menari atau belajar berenang. Meski terkadang sulit namun berinteraksi dengan seni dan olahraga justru akan membuat kita lebih rileks. Seni dan olahraga adalah aktivitas yang meski kita gagal melakukannya kita tetap bisa tertawa-tawa.

Sedangkan aktivitas ilmiah tidaklah demikian, ini menurut pemikiran saya ya. Aktivitas ilmiah membutuhkan kemampuan berpikir logis-analitis yang luar biasa, bukan sekadar skill or feeling. Di saat kemampuan itu tak ada atau menurun ( mungkin karena tidak dibiasakan ) maka segala kegiatan yang berkaitan dengannya akan terasa sulit, mengolah dan menganalisis data adalah salah satunya.

Maka kemudian saya mengambil pilihan lain, jikalau malam ini harus saya akhiri tanpa ada pekerjaan yang bersifat ilmiah maka saya tak ingin kehilangan juga kesempatan untuk merilekskan diri. Menulis curahan hati seperti ini adalah cara mudah untuk meringankan beban pikir akibat serangan mendadak dari hamparan kajian-kajian ilmiah di depan mata.

Hehe, saya sih inginnya genjrang-genjreng gitar, tapi sayangnya belum punya dan juga belum bisa mainnya, tapi kalaupun punya takut sekosan terbangun sakit hati dengar saya mainin gitar tapi melodinya gak banget 🙂 #inikode

Bandung 19/12/15  23:03, masih sabtu malam

Nothing to lose ?

Beberapa teman telah mengajarkan kepada saya bahwa berucap, berkata bukanlah sekadar mengeluarkan untaian huruf, namun di dalamnya ada makna, ada pesan, ada keinginan, ada harapan juga ada janji.

Bahkan meski itu perkataan sederhana, kecil, mungkin tidak berdampak besar, namun tetaplah ada beda antara apa yang telah terucap dengan yang masih tersimpan di benak.

Bagi saya mereka adalah orang-orang hebat. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa berhati-hati dalam ucapannya, sebab setiap kata yang terucap memegang tanggung jawab.

Memang sudah seharusnya apa yang terucap mengandung pengertian itulah yang ingin disampaikan. Bukan seperti di jaman sekarang di mana isi hati, isi kepala tak sama dengan ucap dan laku. Hanya wacana kata anak kekinian yahh, semacam gombal belaka, bual-bualan, omong kosong, huff, and I think I do this frequentlly 😦

Ohh iya ngomong-ngomong tentang “kata-kata”, I’ve just felt a bizzare feeling, yang mana gegara perasaan aneh inilah saya jadi dapat ide buat nulis pagi ini. Oh my God, jadi ceritanya sekitar 15 atau 16 tahun yang lalu waktu saya masih pakai seragam putih biru ada seorang teman sekelas saya, a boy of course, dia ngasi sebuah kaset ke saya, kaset itu berisi lagu “Nothing to lose” dari MLTR, jujuuuuur saya dulu belum pandai ber-English ria, tahunya baru sebatas that is a window, this is a book, what is that? etc wakakakakaka, intinya saya gak ngerti lagu itu cerita apa, tapi saya suka melodinya, i can sing it well and I love it even though i didn’t understand the meaning.

Bayangkan dan bayangkan, someone gave you a piece of cassette inside it there was a song about love, lahh kalian tahu lahh yaaa nothing to lose liriknya kayak gimana siiih, ( kalian mungkin tahu, saya yang baru tahu, baru banget, pagi ini loh, beberapa saat sebelum saya nulis ini), ya Tuhan kalau si dia yang ngasi kaset itu adalah salah satu dari sekian orang yang berpikir sebelum bertidak, kalaulah dia adalah orang yang berhati-hati dengan perkataannya, perbuatannya, kalaulah dia adalah orang yang perkataannya bukan wacana semata, maka saya bisa menyimpulkan bahwa rasa yang seharusnya saya rasakan saat itu, baru saya rasakan hari ini, pagi ini. Yes, thanks for that feeling, for your sincerity and being my best, hahahah maafkan saya jadi kayak orang jatuh cinta gini, biasa lah yaa, fufufu i’m so in love with you my man, ehhh nope nope enggak ding, maksud saya sama Michael Learns to Rock, lagu-lagunya selalu deh bikin meleleh.

Nah kan, tulisannya jadi kemana-mana, yasudahlah yang penting intinya kalian bisa paham. Jadi sekarang, saya mau siap-siap ke kampus sambil tetap menunggu benarkah segala yang tersurat dalam lirik Nothing to lose itu jadi nyata atau tidak. Ohh iyaa, nunggu jangan dengan tangan kosong dong, harus dengan tangan berisi doa-doa penuh harap yang dipanjatkan pada-Nya yang Maha Kuasa atas segala sesuatu 🙂

ehh yaa, ini sekalian saya kopiin liriknya, kali ada yang belum tahu, ngambil dari http://www.metrolyrics.com/nothing-to-lose-lyrics-michael-learns-to-rock.html

There are times when you make me laugh
There are moments when you drive me mad
There are seconds when I see the light
Though many times you made me cry

There’s something you don’t understand
I want to be your man

Nothing to lose, your love to win
Hoping so bad that you’ll let me in
I’m at your feet, waiting for you
I’ve got time and nothing to lose

There are times when I believe in you
These moments when I feel close to you
There are times I think that I am yours
Though many times I feel unsure

There’s something you don’t understand
I want to be your man

Nothing to lose, your love to win
Hoping so bad that you’ll let me in
I’m at your feet, waiting for you
I’ve got time and nothing to lose

I’ll always be around you, keep an eye on you
Always keep an eye on you
‘Cause my patience is strong
And I won’t let you run, you are the only one
When you are the only one

Nothing to lose, your love to win
Hoping so bad that you’ll let me in
I’m at your feet, waiting for you
I’ve got time and nothing to lose
Oh yeah, I’ve got time and nothing to lose

Selamat beraktivitas, semoga berkah, aamiin

Bandung, 9 September 2015

dengan banyak cinta di pagi ini, –Dhie

Dear my visitors ^^

( judul pakai Bahasa Inggris, tapi isinya berbahasa Indonesia, maaf yaaa )

Cerita-cerita tentang blog nih. Blog Diyah mah apa atuh, biasa aja, isinya acak, kadang curhat kadang masak kadang puisi galau. Suatu ketika, si adek bilang, kak Diyah blognya kebanyakan curhat, hihiii mungkin dia lupa bahwa memang blog ini saat pertama kali didirikan dibuat memang tujuannya sebagai ganti diari konvensional, halah. Sudah pula isinya curhat-curhatan, jarang nge-post lagi ( lahh yaa bukannya bagus, ntar kalau keseringan posting curhatan, para pengunjung blog bisa mual muntah, enek gitu).

Oiya, ngomong-ngomong tentang pengunjung blog, kebetulan nih ya pengunjung blog ini kan gak banyak-banyak amat, jadi pas tetiba lihat ada pengunjung dari luar Indonesia itu rasanya gimana gitu. Bendera negara lain selain Indonesia, yang hampir selalu muncul adalah bendera negeri paman sam ( United States itu loh ) selalu ada. Entah itu dari negara bagian mana, entah itu orang yang sama atau bukan, entah itu dia benar-benar mengakses dari US, entah pula dia itu orang Indo yang tinggal di US atau orang mana, entahlah.

Hanya penasaran, kira-kira siapa ya yang dibaca apa ya? Diyah kan nge-posting jarang banget. Postingan lama juga hanya beberapa, kayaknya udah kelar juga dibaca ( ihh pede banget ada yang baca ). Ya sudahlah, ini hanya cerita-cerita saja, jangan diseriusin. Mohon maaf jika Diyah nampak berlebihan bicara tentang pengunjung blog, padahal blogger lain dengan pengunjung ratusan ribu bahkan jutaan biasa-biasa aja.

Sebagai penutup, Diyah ucapkan terima kasih bagi para pengunjung yang telah sudi mampir di blog sederhana ini, semoga tulisan yang ada di blog ini bisa bermanfaat untuk teman-teman dan pabila ada hal yang kurang berkenan mohon dimaafkan yaaaa.

Salam ^__^

Pergi? atau setia di sini ?

Selalu ada hal-hal yang membuat kita ingin pergi, jauh.

Namun selalu ada pula hal yang menjadikan kita bertahan.

Hati, sebongkah daging penuh rahasia

Dan jiwa, kedalamannya tak tergapai

Ada rasa berkecamuk antara keduanya, meninggalkan atau tetap di sini

Kenapa pergi?

Karena itu lebih baik daripada terus begini

Kenapa bertahan?

Karena ada yang membutuhkan. 

Pagi bercahaya berisi semangat membara

Siang yang panas dan panjang

Lalu tiba pada malam dingin tempat lelah menepi.

Kita dan urusan masing-masing. 

Ada rindu saat tak bertemu

Namun sesak terasa saat bersama

Lantas bagaimana?

Tak apalah begini-begini saja

Kelak ada waktu saat semuanya akan kembali di titik nol.

Iya, seperti di awal bertemu

Masa di mana kita tak saling tahu, kamu siapa dan aku siapa…

 

 Bandung, 27 April 2015

 

Diyah top 25 ^__^

Ini ceritanya lagi pengen banget posting sesuatu, tapi gak mau yang berat-berat. Sekedar berbagai tentang 25 hal yang saya suka 😀

Bdw, postingan macam gini masuknya ke kategori apa ya? ( mikir nambah kategori “rupa-rupa” )

Here is Diyah Top 25                                         

1. Gunung

always drive me crazy

always drive me crazy… ^o^

Penjelasan : Meski dari kejauhan, meski hanya gambar, meski sekadar siluetnyaa, tetap sukaa.  Tiap kali memandang gugusan gunung, hati saya selalu merasa deg-degan penuh semangat seperti orang sedang jatuh cinta. Ingin mendekat dan mendekapnya.

2. Terong bakar + sambal

2015-04-05 08.48.37

Lezat, bukan?

Penjelasan : sampai semester 2 kuliah, saya masih gak ngerti tentang terong dan apa enaknya terong. Hanya saja saya selalu dapat tugas bikin terong sambal, lama-kelamaan karena sering bikin jadi iseng nyobain, ternyataaaaaa enak banget :D, banget banget… Bahkan kalau menurut saya terong sambal itu lebih enak dari ayam bakar..hahaha

3. Sambal mangga

Penjelasan : ini asalnya karena saya emang suka mangga dan sepertinya sambal mangga itu enak gimana gitu buat jadi teman makan kapurung (makanan khas Sulawesi Selatan), ikan bakar de el el

4. Ikan bakar ( ikannya yang besar trus dagingnya warna putih )

Penjelasan : susah untuk dijelaskan, tapi pada dasarnya karena rasanya enak, aromanya sedap (gak amis), dan karena jarang bikinnya, biasanya kalau libur atau kalau sempat aja, jadi pas ada bisa bikin KALAP..

5. Cardigan

Penjelasan : suka aja pakai baju yang numpuk-numpuk gini, maksudnya udah pakai baju terus ditambahin luaran lagi, iya suka aja. Apalagi bisa dimodusin, dalemnya pakai lengan pendek aja, terus di luar pakai cardigan…

6. Hujan

Penjelasan : hujan itu bikin adem, sejuk, terus rintikannya itu kayak lagu, seperti ada nyanyian dari langit yang melodinya beda-beda tiap kali hujan turun. Selain itu, tiap hujan selalu berasa romantis.

7. es krim vanilla

Penjelasan : karena rasanya gak macam-macam, plain aja gitu.

8. Perkedel jagung (terutama yang bikinan sendiri)

Penjelasan : gak punya alasan lain selain karena rasanya enak dan aromanya sedap. Bisa buat ngemil, bisa dimakan dengan nasi juga…hahah

9. Niu milk tea (nyebut merek)

Penjelasan : Dikenalin minuman ini sama si adek, awalnya gak terlalu suka, tapi lama-kelamaan enak juga ya…dari sekian banyak pilihan minuman yang berwarrna, yaaah..aku sih milih ini 😛

10. glowing in the dark

Penjelasan : pas malam mau bobo, jadi kayak ngeliat bintang-bintang di langit ( ini kalau glowing in the dark tema bintang, kan ada juga tuh yang temanya hewan )

11. sebelah-sebelahan sama orang yang disayang sambil menikmati perjalanan naik bus

2015-03-24 12.06.50

Penjelasan : gak punya alasan selain : ini hal yang romantis dan aman 😛

12. liatin langit pagi, sore dan malam hari

Penjelasan : memandang langit bisa membuat jiwa menjadi bebas dan menyatu dengan semesta..

13. air yang gemericik-gemericik

Penjelasan : ini mungkin maksudnya gemericik air hujan yah?

14. warna hijau ( dan merah muda )

Penjelasan : dari kecil udah suka banget sama warna hijau, seger warnanya. Warna merah muda malah gak suka, etapi setahun terakhir ini jadi suka karena punya keponakan perempuan yang segala-gala punya dia serba merah muda

15. nonton di bioskop tp filmnya harus yang bagus

Penjelasan : kenyataannya nonton film di layar yang lebar jauh lebih enak dibanding nonton dari layar notebook

16. Rok

Penjelasan : outfit hari-hari gitu loh

17. gadgetku idolaku

Penjelasan : pertama kali beli smartphone pake duit hasil kerja sendiri, lalu mengalami masa-masa sulit karena belum ngerti cara pakainya, pulsa tiap ngisi langsung abis. Smartphone nya walaupun biasa aja tapi jarang ketemu kembarannya (gak banya yang punya)

18. Masakan mama

nikmat dunia

nikmat dunia nih

Penjelasan : tak ada alasan untuk tak suka. Masakan mama adalah masakan terenak di muka bumi ini….i love you mom :*

19. air putih

Penjelasan : sehat dan menyehatkan

20. Dunia perkuliahan

apalagi pas wisuda yah...senangnyoooo

apalagi pas wisuda yah…senangnyoooo

Penjelasan : kuliah itu enak, yang gak enak itu ujiannya..hehe

21. nge-bakso atau mie ayam pakai sayur banyak, ayamnya diganti bakso

2014-08-02 12.23.38

ini dia, mie ayam, pakai sayur banyak, ayamnya diganti bakso (pembeli banyak maunya)

Penjelasan : gak perlu dijelasin sih..udah dari sananya suka yang ginian, ingin belajar bikin bakso biar bisa bikin sendiri.

22. frame photo

Penjelasan : suka ngeliat foto yang dipajang pakai frame karena emang suka ngeliatin foto, trus kalau fotonya di pajang kan jadi lebih gampang diliatnya

23. memories

SAM_0596

Penjelasan : kenangan itu dimana-mana selalu indah

24. gelang ( meski jarang banget pakai, tapi seneng lihat )

Penjelasan : sekian banyak aksesoris perempuan paling suka ngeliat aksesoris yang nempelnya di pergelangan tangan kayak gelang dan jam

25. every moment in my photo folder

Penjelasan : foto-foto lama selalu bikin kangen masa-masa itu

26. ???

Hihii, nulis yang gini-gini pegel juga ya. Ternyata dari 25 hal yang saya suka, kebanyakan sukanya makanan minuman, berarti bisa disimpulkan kalau saya suka makan tapi pilih-pilih. Kalau kalian suka apa aja? Cerita dung 🙂

every day is a blessing day..my dears :)

Bismillah…

Dear Friends…

Everyday is a blessing day.

berkah sinar matahari di pagi hari...nikmati kehangatannya, resapi makna keberadaannya, puji Sang Pencipta

berkah sinar matahari di pagi hari…nikmati kehangatannya, resapi makna keberadaannya, puji Sang Pencipta

Memulai hari karena Allah..menjalani hari karena Allah dan menutup hari pun karena Allah. Setiap helaan napas ini sesungguhnya hanya untuk-Nya. Tiap gerak langkah tubuh ini adalah untuk beribadah kepada-Nya. Sungguh segala susah ini kelak akan berpahala di sisi-Nya.

Dunia banyak melakukan penipuan. Dalam kesenangan maupun kesulitannya. Segala bentuk rupa-rupa yang mempermainkan hati yang lemah ini. Tak satupun yang dapat menenangkan jiwa ini selain karena mengingat-Nya, mengingat lagi untuk apa aku ada di sini, di dunia ini.

Mari membangun semangat yang kuat dalam menjalani kehidupan dunia ini, bukan untuk apa-apa, melainkan untuk beribadah kepada-Nya, mengumpulkan bekal untuk perjalanan pulang nanti, agar perjalanan pulang  menjadi mudah dan berlabuh di surga-Nya, berkumpul bersama Nabi tercinta, para sahabat, orang tua dan saudara-saudara seiman.

Jauhi kemaksiatan. Lakukan kebaikan, kebaikan dan kebaikan. Tinggalkan perbuatan yang tak bermanfaat.

Salah satu ciri orang beriman adalah meninggalkan perbuatan yang sia-sia.

Waktu tidak banyak dan tak tahu sampai kapan jatah hidup bagi kita, yuk diisi dengan segala sesuatu yang dapat memudahkan hari kemudian kita, yang berstatus mahasiswa, ingat lagi tujuan kita sekolah jauh jauh dari orang tua dan sanak saudara, jangan kecewakan mereka, jangan membuat Allah marah karena kelalaian kita dari kewajiban. Lupakan yang sudah telanjur, bukan waktunya menyalahkan orang lain atau diri sendiri, yang terpenting adalah memperbaiki diri ^_^

Insya Allah bisa. Bikin target…yuk yuk. Apa target kamu? Kalau aku insya Allah ingin wisuda di tahun ini dan ingin publikasi di konferensi internasional ini nih…saling mendoakan ya temans…

Perkenankanlah ya Allah… Bangkok 26-27 Oktober 2015 \^o^/

Annual International Conference on Pharmacology and Pharmaceutical Sciences (PHARMA) – See more at: http://pharma-conf.org/index.html#sthash.j1ltRJD8.dpuf

aamiin…yaa rabbal aalamiin

Bandung 17 Februari 2015