Analisis Data vs Curhat Ala Ala

“a kind of intermezzo in the middle of my logical-analytical thinking”

Kepala saya mendadak pening dan sulit berpikir setiap kali mulai berhadapan dengan data-data hasil penelitian, yahh khususnya data uji preklinik. Pantas saja para pendahulu ( baca : senior yang sudah wisuda ) sampai bertapa berhari-hari hingga berminggu-minggu di kamar hanya demi mengolah dan menganalisis data. Sebenarnya wajar saja jika data ini cukup membingungkan, pengujian preklinik memang bukan pekerjaan mudah sebab melibatkan hewan uji yang tentunya memiliki variasi biologis. Variasi biologis ini akan sangat mempengaruhi nilai dari berbagai parameter yang diukur atau diamati, bahkan meski hewan tersebut sehari-hari mendapat makan, minum yang sama.

Oke, lupakan masalah hewan uji dan variasi biologisnya. Saat ini saya tidak akan cerita tentang bagaimana hal tersebut, saya hanya berusaha menuliskan apa yang sedang saya pikirkan.

Jadi, beberapa menit yang lalu, dengan semangat yang memenuhi ruang-ruang dalam dada, saya mengambil tumpukan kertas berisi data-data penelitian, jurnal-jurnal dan lain-lain yang masih berkaitan. Saya pun membalik-balik lembaran-lembaran tersebut mengamati angka-angka yang penuh misteri, mendalami susunan kalimat yang dipenuhi kata-kata yang tak mudah dimengerti lalu pada menit-menit berikutnya saya merasakan terjadinya penurunan energi yang drastis, semangat itu mendadak luntur.

Yah, inilah dunia ilmiah. Tidak sama dengan saat kita belajar seni atau olahraga. Bukan berarti seni maupun olahraga itu gampangan ya tapi kalian tentu pernah merasakan bagaimana saat belajar bermain alat musik, gitar misalnya., atau saat latihan menari atau belajar berenang. Meski terkadang sulit namun berinteraksi dengan seni dan olahraga justru akan membuat kita lebih rileks. Seni dan olahraga adalah aktivitas yang meski kita gagal melakukannya kita tetap bisa tertawa-tawa.

Sedangkan aktivitas ilmiah tidaklah demikian, ini menurut pemikiran saya ya. Aktivitas ilmiah membutuhkan kemampuan berpikir logis-analitis yang luar biasa, bukan sekadar skill or feeling. Di saat kemampuan itu tak ada atau menurun ( mungkin karena tidak dibiasakan ) maka segala kegiatan yang berkaitan dengannya akan terasa sulit, mengolah dan menganalisis data adalah salah satunya.

Maka kemudian saya mengambil pilihan lain, jikalau malam ini harus saya akhiri tanpa ada pekerjaan yang bersifat ilmiah maka saya tak ingin kehilangan juga kesempatan untuk merilekskan diri. Menulis curahan hati seperti ini adalah cara mudah untuk meringankan beban pikir akibat serangan mendadak dari hamparan kajian-kajian ilmiah di depan mata.

Hehe, saya sih inginnya genjrang-genjreng gitar, tapi sayangnya belum punya dan juga belum bisa mainnya, tapi kalaupun punya takut sekosan terbangun sakit hati dengar saya mainin gitar tapi melodinya gak banget 🙂 #inikode

Bandung 19/12/15  23:03, masih sabtu malam

Advertisements

Pergi? atau setia di sini ?

Selalu ada hal-hal yang membuat kita ingin pergi, jauh.

Namun selalu ada pula hal yang menjadikan kita bertahan.

Hati, sebongkah daging penuh rahasia

Dan jiwa, kedalamannya tak tergapai

Ada rasa berkecamuk antara keduanya, meninggalkan atau tetap di sini

Kenapa pergi?

Karena itu lebih baik daripada terus begini

Kenapa bertahan?

Karena ada yang membutuhkan. 

Pagi bercahaya berisi semangat membara

Siang yang panas dan panjang

Lalu tiba pada malam dingin tempat lelah menepi.

Kita dan urusan masing-masing. 

Ada rindu saat tak bertemu

Namun sesak terasa saat bersama

Lantas bagaimana?

Tak apalah begini-begini saja

Kelak ada waktu saat semuanya akan kembali di titik nol.

Iya, seperti di awal bertemu

Masa di mana kita tak saling tahu, kamu siapa dan aku siapa…

 

 Bandung, 27 April 2015

 

Diyah top 25 ^__^

Ini ceritanya lagi pengen banget posting sesuatu, tapi gak mau yang berat-berat. Sekedar berbagai tentang 25 hal yang saya suka 😀

Bdw, postingan macam gini masuknya ke kategori apa ya? ( mikir nambah kategori “rupa-rupa” )

Here is Diyah Top 25                                         

1. Gunung

always drive me crazy

always drive me crazy… ^o^

Penjelasan : Meski dari kejauhan, meski hanya gambar, meski sekadar siluetnyaa, tetap sukaa.  Tiap kali memandang gugusan gunung, hati saya selalu merasa deg-degan penuh semangat seperti orang sedang jatuh cinta. Ingin mendekat dan mendekapnya.

2. Terong bakar + sambal

2015-04-05 08.48.37

Lezat, bukan?

Penjelasan : sampai semester 2 kuliah, saya masih gak ngerti tentang terong dan apa enaknya terong. Hanya saja saya selalu dapat tugas bikin terong sambal, lama-kelamaan karena sering bikin jadi iseng nyobain, ternyataaaaaa enak banget :D, banget banget… Bahkan kalau menurut saya terong sambal itu lebih enak dari ayam bakar..hahaha

3. Sambal mangga

Penjelasan : ini asalnya karena saya emang suka mangga dan sepertinya sambal mangga itu enak gimana gitu buat jadi teman makan kapurung (makanan khas Sulawesi Selatan), ikan bakar de el el

4. Ikan bakar ( ikannya yang besar trus dagingnya warna putih )

Penjelasan : susah untuk dijelaskan, tapi pada dasarnya karena rasanya enak, aromanya sedap (gak amis), dan karena jarang bikinnya, biasanya kalau libur atau kalau sempat aja, jadi pas ada bisa bikin KALAP..

5. Cardigan

Penjelasan : suka aja pakai baju yang numpuk-numpuk gini, maksudnya udah pakai baju terus ditambahin luaran lagi, iya suka aja. Apalagi bisa dimodusin, dalemnya pakai lengan pendek aja, terus di luar pakai cardigan…

6. Hujan

Penjelasan : hujan itu bikin adem, sejuk, terus rintikannya itu kayak lagu, seperti ada nyanyian dari langit yang melodinya beda-beda tiap kali hujan turun. Selain itu, tiap hujan selalu berasa romantis.

7. es krim vanilla

Penjelasan : karena rasanya gak macam-macam, plain aja gitu.

8. Perkedel jagung (terutama yang bikinan sendiri)

Penjelasan : gak punya alasan lain selain karena rasanya enak dan aromanya sedap. Bisa buat ngemil, bisa dimakan dengan nasi juga…hahah

9. Niu milk tea (nyebut merek)

Penjelasan : Dikenalin minuman ini sama si adek, awalnya gak terlalu suka, tapi lama-kelamaan enak juga ya…dari sekian banyak pilihan minuman yang berwarrna, yaaah..aku sih milih ini 😛

10. glowing in the dark

Penjelasan : pas malam mau bobo, jadi kayak ngeliat bintang-bintang di langit ( ini kalau glowing in the dark tema bintang, kan ada juga tuh yang temanya hewan )

11. sebelah-sebelahan sama orang yang disayang sambil menikmati perjalanan naik bus

2015-03-24 12.06.50

Penjelasan : gak punya alasan selain : ini hal yang romantis dan aman 😛

12. liatin langit pagi, sore dan malam hari

Penjelasan : memandang langit bisa membuat jiwa menjadi bebas dan menyatu dengan semesta..

13. air yang gemericik-gemericik

Penjelasan : ini mungkin maksudnya gemericik air hujan yah?

14. warna hijau ( dan merah muda )

Penjelasan : dari kecil udah suka banget sama warna hijau, seger warnanya. Warna merah muda malah gak suka, etapi setahun terakhir ini jadi suka karena punya keponakan perempuan yang segala-gala punya dia serba merah muda

15. nonton di bioskop tp filmnya harus yang bagus

Penjelasan : kenyataannya nonton film di layar yang lebar jauh lebih enak dibanding nonton dari layar notebook

16. Rok

Penjelasan : outfit hari-hari gitu loh

17. gadgetku idolaku

Penjelasan : pertama kali beli smartphone pake duit hasil kerja sendiri, lalu mengalami masa-masa sulit karena belum ngerti cara pakainya, pulsa tiap ngisi langsung abis. Smartphone nya walaupun biasa aja tapi jarang ketemu kembarannya (gak banya yang punya)

18. Masakan mama

nikmat dunia

nikmat dunia nih

Penjelasan : tak ada alasan untuk tak suka. Masakan mama adalah masakan terenak di muka bumi ini….i love you mom :*

19. air putih

Penjelasan : sehat dan menyehatkan

20. Dunia perkuliahan

apalagi pas wisuda yah...senangnyoooo

apalagi pas wisuda yah…senangnyoooo

Penjelasan : kuliah itu enak, yang gak enak itu ujiannya..hehe

21. nge-bakso atau mie ayam pakai sayur banyak, ayamnya diganti bakso

2014-08-02 12.23.38

ini dia, mie ayam, pakai sayur banyak, ayamnya diganti bakso (pembeli banyak maunya)

Penjelasan : gak perlu dijelasin sih..udah dari sananya suka yang ginian, ingin belajar bikin bakso biar bisa bikin sendiri.

22. frame photo

Penjelasan : suka ngeliat foto yang dipajang pakai frame karena emang suka ngeliatin foto, trus kalau fotonya di pajang kan jadi lebih gampang diliatnya

23. memories

SAM_0596

Penjelasan : kenangan itu dimana-mana selalu indah

24. gelang ( meski jarang banget pakai, tapi seneng lihat )

Penjelasan : sekian banyak aksesoris perempuan paling suka ngeliat aksesoris yang nempelnya di pergelangan tangan kayak gelang dan jam

25. every moment in my photo folder

Penjelasan : foto-foto lama selalu bikin kangen masa-masa itu

26. ???

Hihii, nulis yang gini-gini pegel juga ya. Ternyata dari 25 hal yang saya suka, kebanyakan sukanya makanan minuman, berarti bisa disimpulkan kalau saya suka makan tapi pilih-pilih. Kalau kalian suka apa aja? Cerita dung 🙂

Apakah “rasa penasaran” punya gen pengkode? ( semacam curhatan colongan )

Aku baru saja menyelesaikan semester 2 di tahun pertama kuliah pascasarjanaku. Semester yang berat bagiku. Bukan, bukan karena perkuliahan yang demikian sulit, bukan juga karena tugas-tugas yang banyak, namun ada sesuatu yang membebaniku. Apa itu? Aku sendiri juga tak tahu.

Baiklah. Sebenarnya bukan itu yang ingin aku ceritakan. Meski tak semulus semester pertama, namun aku punya satu memori yang menarik di perkuliahan kali ini. Jadi sejarahnya, selain mengambil  matakuliah wajib untuk bidang kelompok keilmuan yang aku tekuni, aku juga memprogram satu matakuliah pilihan yang sesungguhnya merupakan matakuliah wajib bagi kelompok keilmuan bioteknologi. Yahhh, aku telah memilih matakuliah berjudul “Struktur Fungsi Sel, Mikroba dan Virus”, sebagai matakuliah pilihan di semester ini. Awalnya karena ditawarkan oleh teman, yang pada akhirnya meninggalkan aku seorang diri sementara mahasiswa lainnya memang berasal dari keilmuan bioteknologi.

“Struktur Fungsi Sel, Mikroba dan Virus”, nampak sangat sederhana, namun ia tak sesederhana apa yang dibayangkan di awal. Sebuah matakuliah wajib yang benar-benar mengajarkan secara detail tentang struktur serta fungsi dari sel, mikroba dan virus. Jujur saja, meski aku memiliki latar belakang sebagai mahasiswa farmasi, aku tak pernah belajar biologi sel atau biologi molekuler (tapi pernah belajar mikrobiologi sih), saat aku menempuh strata 1 dulu, ,matakuliah itu adalah matakuliah pilihan, dan sayangnya aku tidak memilihnya.

Maka nyatalah apa yang terjadi. Aku bagaikan orang bodoh yang bahkan masih sulit membedakan bakteri Gram negatif dan bakteri Gram positif, membedakan DNA dan RNA, membedakan prokariotik dan eukariotik, apa itu kromosom?, apa itu plasmid? (padahal ini diajarin di mikrobiologi, kemana saja aku?)  dan sebagainya….luarrrrr biasa, luar biasanya hancurnya. Malu, tentu saja. Itukan pelajaran dasar. Namun aku beruntung bertemu dengan para pengajar yang benar-benar sabar dalam menebar ilmu. Tak ada cercaan yang terlontar dari mereka meski menyaksikan aku yang tak tahu apa-apa.

inilah salah satu yang saya pelajari. So simple, isn't it? sumber : google

inilah salah satu yang saya pelajari. So simple, isn’t it?
sumber : google

Aku sangat menikmati masa-masa mengais ilmu “baru” ini (maksudnya aku yang baru sadar). Aku senang dan sangat menyukai pelajaran ini. Aku berpikir, andai saja aku menyukai bidang ini sejak dulu, mungkin ceritanya tak begini :D, ahhh tapi tak bolehlah kita menyesali apa yang telah terjadi. Bukankah telah banyak perkataan dulu yang berujar bahwa sesungguhnya apa yang telah terjadi, bukanlah kebetulan.

Lalu? Apa sebenarnya yang ingin aku sampaikan lewat judul tulisan di awal?

Oke, perlu untuk diketahui bahwa pada suatu waktu,  di salah satu jam pelajaran “Struktur Fungsi Sel, Mikroba dan Virus”, kami sedang membahas tentang identifikasi molekular yang kemudian pembahasannya melebar membicarakan tentang panjang genom manusia. Kalian paham genom kan? Semoga kalian paham, tidak seperti aku yang baru saja mengerti istilah ini beberapa bulan yang lalu.

ini nih contoh genom, tapi genomnya virus yaww, simple indeed :D, panjangnya hanya 19 kb ( kilobase)

Naaah, kalau genom manusia ternyata memiliki panjang sekitar 3 milyar pasangan basa, maasya Allah luar biasa panjangnya. Dapatkah kalian bayangkan seperti apa itu? Genom dengan susunan basa demikian panjangnya tersimpan di dalam sel manusia. Genom inilah yang mengkode berbagai protein yang pada akhirnya mewujudkan suatu bentuk yang kita sebut “manusia” lengkap dengan segala aktivitas biodinamik di dalamnya.

Mata kita, warna rambut, warna kulit, hidung, semua adalah fenotip yang tampak yang sesungguhnya dikode oleh gen-gen tertentu. Demikian halnya dengan berbagai enzim, hormon, dan apapun yang ada di tubuh kita, semua itu telah ada suatu gen yang bertanggung jawab sehingga protein-protein tersebut dapat diekspresikan. Yahhh, pada dasarnya tubuh kita ini memang tersusun atas protein-protein. Maka benarlah jika bentuk rupa kita ini bukan kebetulan, melainkan memang telah dipersiapkan dan didesain demikian adanya.

Jikalau bentuk fisik serta segala yang berkaitan dengan fisiologis tubuh ini dapat dengan mudah diyakini telah ada gen yang mengkodenya, lantas bagaimana dengan fungsi psikologis tubuh kita? mental kita? Mungkinkah jika sifat-sifat ini telah ada dan dikode pula oleh gen-gen tertentu di dalam tubuh? Hobi, cita-cita, jodoh, bahkan waktu kematian, adakah semuanya telah punya gen pengkodenya masing-masing?

Seseorang yang memiliki sifat mudah marah, benarkah ia membawa suatu gen pengkode sifat marah? Padahal sebagian orang yang lain tidaklah mudah untuk marah. Seseorang yang rajin, bisa jadi ia punya gen pengkode sifat rajin dan sebaliknya pemalas, mungkinkah ia memiliki gen malas . Demikian halnya rasa penasaran, yang aku percaya seharusnya dimiliki oleh semua orang, namun kadar rasa ini bisa berbeda antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

“rasa penasaran”, yah jika benar ia telah dikode oleh suatu gen, mungkin ekspresinya di dalam diriku terlampau sedikit. Sebab aku akui, aku bukanlah tipikal pribadi yang mudah penasaran tentang sesuatu. Saat-saat sekarang aku baru menyadari betapa hal ini sangat penting. Kurangnya ekspresi “rasa penasaran” akan menjadikan kita sebagai pribadi yang sulit berkembang. Kalaupun kita punya gen-gen lain yang mengkode “sifat-sifat” bagus lainnya yang mampu mendukung kehidupan kita, tetaplah akan terasa kurang tanpa “rasa penasaran” di dalam diri.

Bukankah karena penasaran maka orang selalu bersemangat untuk belajar. Rasa penasaran membuat seseorang selalu ingin mencoba, rasa penasaran membuat kita tak henti bertanya, bahkan rasa penasaran pula yang menjadikan nabi Ibrahim AS selalu mencari dan mencari siapakah Tuhannya?

Pada akhirnya, sudah sepatutnya aku dapat memetik pelajaran dari setiap tahapan yang telah aku lewati dalam kehidupan ini. Sebagian punya rasa manis, sebagian lain pahit, bahkan ada pula yang benar-benar hambar. Dalam perkuliahan yang aku ceritakan tadi, saat bercerita tentang genom manusia, dosenku sempat berkata bahwa mungkin saja segala sesuatu yang kelak terjadi pada diri kita, setiap saat, setiap waktu, semuanya telah tercatat dalam tulisan panjang genom kita. Aku ingin bertanya, jika memang telah tercatat, masih mungkinkah berubah? Ahhhh, bisakah kita mengajak istilah-istilah inhibitor, stimulator, kofaktor dan kawan-kawannya untuk ikut ambil bagian dalam bahasan ini. Sebab Allah telah berfirman “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”.

Diyah, Bandung 30 Desember 2014, jelang tahun baru masehi ^^ #latepost #keepposting #keepthespirit

this is it 2015

Hola, soy Diyah, mucho gusto  🙂 ( ini ceritanya saya lagi belajar bahasa Spanyol lewat internet)

Apa kabar di tahun 2015 ini? semoga semuanya sehat dan berjalan lancar. Sebagaimana yang kita saksikan beberapa hari kemarin, bahwasanya akhir tahun 2014 serta awal tahun 2015 ini banyak musibah yang melanda negeri Indonesia tercinta. Saya tidak ingin berpanjang lebar tentang ini, yang jelas banyaknya musibah yang terjadi semoga dapat menjadi pelajaran berharga  bagi kita semua ( saya pribadi khususnya ). Banjir di mana mana mengajarkan kita agar lebih bisa menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang limbah ke sungai, tidak membangun perumahan seenaknya tanpa memperhatikan keseimbangan dan sebagainya.

Demikian pula dengan musibah yang terjadi pada tanggal 28 Desember 2014 kemarin, yaitu hilangnya pesawat airasia rute Surabaya-Singapura yang akhirnya diketahui jatuh di perairan Selat Karimata. Hingga hari ini pencarian korban dan badan pesawat masih terus dilakukan. Kita berharap semoga seluruh korban dapat segera ditemukan demikian pula dengan badan pesawat dan kotak hitamnya. Peristiwa ini lagi-lagi menjadi pelajaran bagi kita yang saat ini masih bisa duduk manis menikmati aroma pagi sambil menyeruput kopi atau teh, membaca koran atau menonton televisi, atau sibuk berkutat dengan tugas-tugas kampus. Peristiwa ini seharusnya telah mampu mengusik hati kita, menyadarkan kita bahwa ada sesuatu yang sangat dekat yang tak kita ketahui kapan datanganya, namun ia pasti, itulah kematian.

Sungguh pengingat yang amat dalam, kenestapaan yang menimpa saudara-saudara kita membuat mata kita terbuka, cukuplah berbuat kesia-siaan di muka bumi ini, pergantian tahun bukan untuk bersorak-sorai, bukan untuk pesta pora. Inilah dia 2015, semoga kita semakin dewasa dalam menyikapi segala hal.

Di tahun ini, saya belum menulis daftar panjang resolusi 2015, namun saya berharap dapat menjadi pribadi yang melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar (al`amru bil-ma’ruf wannahyu’anil-mun’kar) yaitu mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan, lagi-lagi setidaknya pada diri saya sendiri.

Cukup sekian postingan pertama saya di tahun 2015 ini, sekaligus postingan pertama setelah berbulan-bulan mengabaikan blog sederhana saya.

Salam ^__^

Sadness relieves \^o^/

Sedih itu harusnya sebentar saja, tapi kita sendiri yang seringkali membuatnya jadi paaaanjaaang dan lama. Sedih itu seperti roda yang berputar, yang di atas akan segera jadi di bawah pun sebaliknya yang di bawah bisa segera ada di atas. Sedih harus segera berputar, berganti dengan senang. Kesedihan hanya akan hilang dengan cara menghadirkan kebahagiaan, namun kebahagiaan tak mungkin datang pada orang yang tetap memelihara rasa sedih. Sebab sedih tak mungkin hilang dengan sendirinya kecuali kita yang memindahkannya. Sama seperti roda, tidak akan berubah letak sisi roda yang di bawah menjadi ke atas kecuali karena roda itu berputar, tentu karena ada yang menggerakkan.

Begitulah hati kita, mudah saja, bergeraklah, move on, jangan diam di tempat di mana kesedihan itu bertempat tinggal. Jika kita selalu merasa sedih, itu artinya hati kita lah yang memilih untuk tidak bergerak dan tetap tinggal bersama kesedihan. Semakin lama kita bertahan untuk tidak bergerak makin lama pula kesedihan itu bersama kita. Ayolah, hidup ini terlalu luas untuk didiami di situ-situ saja. Kebahagiaan ada di mana-mana, jika tidak dengan “hal ini” maka bisa jadi dengan “hal itu”, jika tidak “dengan begini” maka masih bisa “dengan begitu”, jika tidak “di sini”, mungkin “di sana” dan jika tidak bersama “si dia” maka ahhhhh masih ada yang “selain dia”.

Maka, cukuplah beri sedikit saja waktu untuk bersedih, sekadar memberi ruang bagi penyesalan,,,,sedikit saja ya, sebab kita tak boleh berlarut-larut dalam penyesalan, apa yang terjadi tentulah telah ditetapkan, dan jika terus-menerus disesali maka sama halnya kita tidak bersyukur. Sedih dan sesal, jadikanlah sebagai media introspeksi diri, perbaikan, melihat pada kekurangan dan kesalahan sebelumnya, semoga menjadi pelajaran berharga agar tak terulang di masa akan datang.

Just write and share

*kata orang menulis bisa menghilangkan sesak di dada dan nyeri di kepala

Bandung, menjelang Isya 13/10/2014

Puisi Curcol

Lama nian tak menulis satu dua kata di blog ini. Mudah-mudahan tak sampai berkarat karena jarang dirawat. Mari nikmati sejenak satu puisi yang tercipta sore tadi, yang telah sedikit mengalami pengeditan dua tiga menit yang lalu. Hanya sekadar puisi curcol, semoga tak sampai mengusik kebahagian teman-teman *loh 😀

 

–Hidup Aku dan Kamu, Kita–

Ini tentang hidup yang akan lama
yang tiap hari akan kita jalani bersama
dan bersama
di pagi hari ada dirimu, menutup malam pun denganmu
hidup yang tak kita tahu sampai di mana

kita kan selalu bersisian
di kursi makan atau di kursi minibus
juga saat susuri jalan-jalan yang lengang
atau saat lelap menggenggam lelah

aku ingin hadirku tak menyusahkanmu
pun aku ingin bahagia dengan dirimu
ikhlaskan raga dan rasa untuk saling berbagi
pada tiap masa yang kan kita lewati

tengkar dan tawa itu bagai sahabat
seperti sedih dan senang , senyum dan manyum, juga kesukaran dan kemudahan
hendaknya kita pandai menjadi sejiwa yang mampu sabar dan syukur
sebab itulah indahnya hidup kita

hidup seperti ini mungkin tidak mudah,
tapi pastilah tidak sulit
asal aku dan kamu tetap bersama-Nya

aku tak mau menilaimu dengan salah
yang terbaik adalah melihatmu sebagaimana dirimu kepada Tuhanmu
semoga hati yang selalu terpaut pada-Nya
enggan tuk menyakiti hati lainnya

Sebab pintaku pada-Nya, semoga setiap hari kita adalah bersama 🙂

 

Bandung, 14/09/2014