Tebing Keraton: Perjalanan Mendaki 110 Menit

Jpeg

Tebing Keraton

Tebing Keraton, siapa yang tidak kenal tempat ini. Namanya begitu akrab di kalangan muda maupun tua seantero tanah Pasundan, bahkan hingga ke luar kota. Saking terkenalnya, dalam waktu sekejap lokasi baru ini menjadi tren. Bahkan tebing yang awalnya hanya berupa lahan sempit sederhana di atas bukit ini telah berubah menjadi semacam tempat wisata yang tentu saja tiba-tiba dilengkapi pula dengan pintu masuk berbayar.

Seingat saya, Tebing Keraton mulai terkenal akhir tahun 2014. Sebelumnya diceritakan bahwa lokasi ini ditemukan oleh para pesepeda yang sering mengayuh di daerah sekitar tebing karaton, lalu dengan adanya the power of social media maka mulailah menyebar foto-foto cantik nan membius khas pemandangan dari tebing karaton. Foto-foto yang mampu menyihir banyak orang untuk datang, meski setelah tiba di sana mereka akan sadar bahwa kenyataan tak selalu sesuai harapan. Bagi sebagian orang memang tebing karaton tidak seistimewa yang dibayangkan, maka pikirkanlah baik-baik jika anda berencana untuk ke sana.

Saya sendiri adalah satu dari banyak orang yang terbius oleh indahnya foto-foto yang diunggah oleh salah seorang teman di akun facebook-nya. Sejak melihat foto-foto tersebut saya semakin semangat ingin ke sana. Saya mulai menjelajah dunia maya untuk mencari berbagai keterangan mengenai cara menuju tebing keraton, waktu berkunjung yang tepat, biaya dan sebagainya.

Namun, sayang sungguh sayang sulitnya mencari partner perjalanan membuat saya berkali-kali gagal menyelesaikan misi perdamaian ehh misi goes to tebing keraton. Hingga pada suatu waktu saya bertemu dengan seorang teman yang bersedia diajak menggila, maksud saya diajak mendaki menuju tebing keraton. Ini terjadi sekitar bulan Mei tahun 2015, kami yang bersemangat ingin ke sana mulai menyiapkan segala sesuatunya. Jaket, celana training dan sepatu kets adalah outfit of the day yang paling tepat untuk kegiatan hiking seperti ini. Saya masih ingat, malam itu malam minggu dimana besoknya pagi-pagi buta kami sudah harus berangkat, kami mendambakan perjalanan seru di tengah dingin dan gelapnya atmosfir menjelang subuh. Ahhhh begitu banyak yang dibayangkan, bayang-bayang itupun mendadak hilang setelah mendapat telepon dari sang partner yang mendadak tak bisa pergi.

Saya hanya bisa menatap hampa pada perlengkapan yang telah dipersiapkan dengan rapi. Lagi-lagi misi perdamaian gagal, padahal tinggal menunggu beberapa jam lagi untuk dieksekusi. Kesalnya minta ampun, pembatalan baru saja terjadi, setelah dua minggu kami krasak krusuk menyiapkan diri. Saya hampir saja tidur dan melupakan rencana esok hari, hingga kemudian jemari ini mulai berselancar lagi di dunia penuh warna, dunia maya. Saya mencari-cari informasi tentang kiat-kiat menjelajah seorang diri, kiat jalan-jalan tanpa teman, kiat jadi solo traveler, kiat sendirian ke tebing karaton, hingga saya menemukan satu artikel yang menceritakan perjalanan seorang anak usia 10 tahun yang berjalan seorang diri menuju tebing karaton. Jika seorang anak bisa, kenapa saya tidak. Baiklah maka malam itu sebelum tidur, saya telah meneguhkan hati bahwa besok pagi saya akan pergi sendiri, yahh seorang diri.

Tebing Keraton. Saya masih ingat betapa namamu begitu sering terdengar pada tahun-tahun yang lalu. Begitu nge-hits, keren, sampai-sampai yang belum pernah ke sana bisa mendadak tidak gaul. Padahal saya sendiri pun masih belum paham apa yang sebenarnya orang-orang inginkan dengan berkunjung ke sana. Apa yang mereka harapkan dari perjalanan penuh kelok dan batu-batu yang begitu menyiksa saat berkendara roda dua, atau penuh risiko jika membawa roda empat dan sangat membuang-buang uang jika harus membayar ojek, ahh kala itu saya ditawari ojek seharga 80 ribu rupiah untuk perjalanan bolak balik Tahura-Tebing Keraton, untung saja tidak saya tanggapi. Bukan tak ingin berbagi dengan mereka yang mencari rejeki, tapi bagi saya, perjalanan 110 menit menjejaki setapak demi setapak menuju tebing karaton ini jauh lebih mengesankan dibanding tujuan itu sendiri.

Jpeg

selfie on trip

Saya menikmati berjalan kaki menanjak sejauh kurang lebih 5 kilometer dari Tahura menuju Tebing Keraton. Di tengah perjalanan saya masih saja ditawari ojekan, kadang kali disalip oleh pesepada dan sempat pula diberi teriakan semangat oleh segerombolan muda yang melintas menggunakan mobil, semua itu membuat saya tersenyum dan semakin mengobarkan semangat untuk segera sampai di atas. Satu hal yang menarik, saya juga bertemu seorang kakek berusia 81 tahun, si kakek berjalan dari rumahnya di daerah Dago. Beliau sudah terbiasa hiking seperti ini, luar biasa mengingat usianya sudah tak muda lagi. Kami sempat ngobrol sambil terus berjalan, bahkan beliau mengundang saya untuk sesekali berkunjung ke rumahnya, saya pun mengajak beliau berfoto bersama, yaah selfie berdua gitu lah. β€œSudah tak jauh, sekitar 2 km lagi” ucap kakek itu sebelum akhirnya kami berpisah di persimpangan. Saya terus ke atas sedangkan beliau menuju ke arah yang lain untuk pulang.

 

Jpeg

pemandangan dari salah satu sisi tebing keraton, bukan sisi yangΒ  mainstream

Hingga akhirnya kaki ini dapat menginjak tanah Tebing Keraton, saya tak mampu mengucap apapun selain ucapan syukur kepada Sang Maha Pencipta. Mungkin pemandangan yang saya dapat pagi itu tak seindah yang saya bayangkan dan lihat di foto-foto, jika ingin pemandangan awan berarak-arak atau embun tipis yang romantis berangkatlah lebih pagi dan usahakan tiba sebelum matahari terbit. Bagaimanapun juga saya telah menyelesaikan misi perdamaian ini. Satu hal yang sebenarnya sangat menyemangati saya berjalan kaki menuju tebing karaton adalah keinginan untuk mendaki Gunung Rinjani, saya berpikir jika ke tebing keraton saja saya tak kuat bagaimana bisa mendaki Rinjani.

Teman-teman, doakan semoga suatu hari saya bisa mendaki Rinjani yaa πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Tebing Keraton: Perjalanan Mendaki 110 Menit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s