Analisis Data vs Curhat Ala Ala

“a kind of intermezzo in the middle of my logical-analytical thinking”

Kepala saya mendadak pening dan sulit berpikir setiap kali mulai berhadapan dengan data-data hasil penelitian, yahh khususnya data uji preklinik. Pantas saja para pendahulu ( baca : senior yang sudah wisuda ) sampai bertapa berhari-hari hingga berminggu-minggu di kamar hanya demi mengolah dan menganalisis data. Sebenarnya wajar saja jika data ini cukup membingungkan, pengujian preklinik memang bukan pekerjaan mudah sebab melibatkan hewan uji yang tentunya memiliki variasi biologis. Variasi biologis ini akan sangat mempengaruhi nilai dari berbagai parameter yang diukur atau diamati, bahkan meski hewan tersebut sehari-hari mendapat makan, minum yang sama.

Oke, lupakan masalah hewan uji dan variasi biologisnya. Saat ini saya tidak akan cerita tentang bagaimana hal tersebut, saya hanya berusaha menuliskan apa yang sedang saya pikirkan.

Jadi, beberapa menit yang lalu, dengan semangat yang memenuhi ruang-ruang dalam dada, saya mengambil tumpukan kertas berisi data-data penelitian, jurnal-jurnal dan lain-lain yang masih berkaitan. Saya pun membalik-balik lembaran-lembaran tersebut mengamati angka-angka yang penuh misteri, mendalami susunan kalimat yang dipenuhi kata-kata yang tak mudah dimengerti lalu pada menit-menit berikutnya saya merasakan terjadinya penurunan energi yang drastis, semangat itu mendadak luntur.

Yah, inilah dunia ilmiah. Tidak sama dengan saat kita belajar seni atau olahraga. Bukan berarti seni maupun olahraga itu gampangan ya tapi kalian tentu pernah merasakan bagaimana saat belajar bermain alat musik, gitar misalnya., atau saat latihan menari atau belajar berenang. Meski terkadang sulit namun berinteraksi dengan seni dan olahraga justru akan membuat kita lebih rileks. Seni dan olahraga adalah aktivitas yang meski kita gagal melakukannya kita tetap bisa tertawa-tawa.

Sedangkan aktivitas ilmiah tidaklah demikian, ini menurut pemikiran saya ya. Aktivitas ilmiah membutuhkan kemampuan berpikir logis-analitis yang luar biasa, bukan sekadar skill or feeling. Di saat kemampuan itu tak ada atau menurun ( mungkin karena tidak dibiasakan ) maka segala kegiatan yang berkaitan dengannya akan terasa sulit, mengolah dan menganalisis data adalah salah satunya.

Maka kemudian saya mengambil pilihan lain, jikalau malam ini harus saya akhiri tanpa ada pekerjaan yang bersifat ilmiah maka saya tak ingin kehilangan juga kesempatan untuk merilekskan diri. Menulis curahan hati seperti ini adalah cara mudah untuk meringankan beban pikir akibat serangan mendadak dari hamparan kajian-kajian ilmiah di depan mata.

Hehe, saya sih inginnya genjrang-genjreng gitar, tapi sayangnya belum punya dan juga belum bisa mainnya, tapi kalaupun punya takut sekosan terbangun sakit hati dengar saya mainin gitar tapi melodinya gak banget 🙂 #inikode

Bandung 19/12/15  23:03, masih sabtu malam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s