Puisi malam takbir penuh rindu

Gema takbir menemaniku mengalirkan air mata
Jika pagi esok kau dapati mataku sembab, janganlah ditanya mengapa
Aku hanya mengurangi sesak di dada, sebab aku sedang sedih akan banyak hal

Aku malu
Padahal Tuhan-ku telah limpahkan karunia yang tak hingga
Nikmat iman dan islam, raga yang sehat, alam yang damai, keluarga yang penyayang
Lantas kerap kali kusia-siakan waktu yang aku punya
Dengan segala kesibukan yang menyita

Aku heran
Bahkan di menit-menit waktu yang seyogyanya milik kekhusyukan pada sang pencipta
Urusan dunia tetap merajalela
Mengganggu dan merampas saat-saat terbaikku mengadu pada Tuhan-ku
Dunia oh dunia, keegoisan benar adalah milikmu

Aku takut
Bukan hanya karena sikapku, namun juga karena lisanku
Sungguh aku tak mau menyesal di kemudian hari
Terhalang mendapat kebaikan sebab ucap dan laku yang tak terjaga

Aku khawatir
Andai hariku tak sampai esok
Bisa jadi kita tak bertemu
Kusampaikan maafku padamu, wahai teman sehari-hariku

Kumohonkan pula doa-doa darimu, meski aku tak perlu tahu
Semoga kasih sayang-Nya tak pernah hilang padamu dan aku,
Yang saat ini jauh dari Ayah serta Ibu

Gema takbir masih mengalun merdu
Mengiringi malam Idul Qurban yang syahdu
Aku rindu, pada Tuhan-ku

T_T

Bandung,

di malam 10 Dzulhijjah 1435 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s