Penikmat Alam

Well, saya sebenarnya sangat tidak pede mengatakan bahwa saya ingin menjadi seorang traveler atau istilah lain yang setipe dengan itu, meski di lubuk hati saya sering timbul keinginan untuk disebut demikian. Terdengar keren dan menyenangkan menjadi seorang traveler, kegiatannya adalah jalan-jalan, menikmati berbagai kelebihan yang disuguhkan oleh berbagai tempat di belahan bumi.

Traveler, dalam bahasa Indonesia artinya wisatawan atau pelancong, adapula istilah explorer berarti penjelajah, sedangkan backpacker, hmm saya tidak menemukan padanannya dalam bahasa Indonesia tapi istilah ini banyak digunakan untuk wisatawan ataupun penjelajah yang melakukan perjalanan dengan hanya berbekal sebuah ransel (cmiiw please ^_^)

Saya pikir menjadi traveler sepertinya adalah impian banyak orang. Tidak sulit untuk menemukan biodata orang di jaman sekarang yang mencantumkan travelling sebagai hobi mereka. Atau blak-blakan mengklaim dirinya sebagai traveler. Tak ada yang salah, itu hak tiap-tiap orang. Kemudahan mengakses informasi berbagai tempat menarik menjadi salah satu pemicu semakin banyaknya orang yang memiliki hobi travelling, selain itu kemudahan dalam transportasi juga sangat mendukung. Saat ini berbagai maskapai low cost hadir untuk mewujudkan impian banyak orang menjelajah tempat-tempat jauh. Tak hanya itu, maskapai yang terkenal cukup prestisius pun mulai melakukan banyak promo.

Satu hal yang menjadi kesyukuran yang luar biasa adalah bahwa saya lahir dan dibesarkan di negeri yang sangat indah yang bernama Indonesia. Bayangkan, betapa banyak tempat-tempat indah di negeri ini yang selalu siap menjadi tujuan wisata para pelancong tadi. Gunungnya, lautnya, bahkan sejarah, budaya dan masakan Indonesia adalah wisata yang tiada pernah habis untuk dinikmati.

Saya sendiri adalah bagian dari penikmat anugrah Sang Maha Pemilik ini. Bukan traveler, explorer ataupun backpacker. Tidak banyak tempat di negeri ini yang sudah saya datangi, kalaupun saya pernah mendatanginya tentu bukan karena tujuan khusus sebagai seorang pelancong. Saya hanya berusaha menikmati tiap perjalanan, apapun itu.

Memandang gunung meski tak bisa memeluknya, memanjakan mata dengan pemandangan sawah hijau di pedesaan, merasakan deburan ombak dan desau angin pantai di sepanjang perjalanan, sungguh panorama yang mampu meluluhkan ego yang demikian keras, menenteramkan jiwa-jiwa yang gelisah juga membahagiakan hati-hati yang berduka. Setiap saat menikmati alam ini, saya tak pernah berhenti merasa bahagia, yaa bahagia yang sebenar-benarnya.

Alam itu tenang dan jujur. Ia seperti bayi mungil, seperti wajah-wajah yang tertidur pulas, seperti jiwa manusia yang memiliki kerendahan hati. Memandangnya akan melahirkan kedamaian dan rasa syukur yang menjadikan kita semakin ingat pada Sang Pencipta.

Meski begitu, saya tetap bermimpi kelak bisa pergi ke banyak tempat di seluruh negri ini. Bahkan juga tempat-tempat di luar sana. Tidak harus sebagai wisatawan, penjelajah atau pun jadi backpacker. Saya ingin jadi penikmat alam, dan mencintainya. Itu saja.

… We need silence to be able to touch souls. (quote)

Mataram, 1 Oktober 2013 11:35 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s